Sabtu, 01 November 2014

Glenn Fredly Meriahkan Tarumanagara Awards NUSANTARA




Tarumanagara Awards merupakan ajang pemberian penghargaan bagi para mahasiswa dan UKM paling berprestasi di Universitas Tarumanagara. Acara ini merupakan puncak acara dari Tarumanagara Festival yang mengangkat tema NUSANTARA (National Unity with Sports Awards and Knowledge at Tarumanagara). 

Bertempat di Auditorium lt 8, Gedung M Universitas Tarumanagara, penghargaan pun diberikan kepada para mahasiswa berprestasi dari masing-masing fakultas yang sebelumnya telah melewati 2 tahap seleksi. Untuk UKM paling berprestasi, penghargaan tersebut jatuh kepada PSUT (Paduan Suara Universitas Tarumanagara). 

Sebagai puncak acara, Glenn Fredly pun memeriahkan dengan suara merdunya. "Saya harap kalian mengingat malam ini karena saya tidak pernah benar-benar menyanyi di kampus dan private seperti ini. Semoga kalian menjadi karakter-karakter yang jujur dan tegas seperti Ahok." ucap pelantun tembang Kasih Putih tersebut.

Siswa SMA saling Unjuk Kemampuan di School Competition 2014





Bertempat di Graha Swara, lt 8, Gedung M, Universitas Tarumanagara, BEM Fikom Untar menyelenggarakan School Competition 2014. Acara yang berlangsung pada 29-30 Oktober 2014 kemarin diikuti sejumlah SMA se-Jabodetabek. Terdapat 3 jenis lomba yang diselenggarakan, yakni debat 3 on 3, stand up comedy, dan vokal grup.

Pada hari pertama, sejak pukul 08.00 pagi, para peserta mulai berdatangan untuk melakukan registrasi ulang. Pada pukul 10.00 pagi, acara dibuka oleh MC dan pemutaran video tentang Fakultas Ilmu Komunikasi Untar Tarumanagara. Agenda acara yang berlangsung adalah babak penyisihan peserta debat 3 on 3 menjadi 8 besar. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam debat 3 on 3. Setelah pertarungan debat yang sengit antar peserta, acara pun berakhir pada pukul 16.30 sore.

Keesokan harinya, acara dimulai dengan lomba vokal grup serta stand up comedy. Penampilan dari masing-masing sekolah sangat baik, pada pukul 11.00 siang, pengumuman pemenang pun dibacakan. Untuk kategori vokal grup, SMA TPI menduduki peringkat ketiga dengan perolehan 409 poin, SMA Izada menduduki peringkat kedua dengan 424 poin, dan SMA Kristen Bethel menduduki peringkat pertama dengan perolehan 456 poin. Sedangkan untuk kategori stand up comedy, Nyoman dari SMA Kristen Bethel menduduki peringkat ketiga dengan perolehan 142 poin, Sanjaya dari SMA Kristen Yusuf menduduki peringkat kedua dengan 147 poin, dan Jeffry dari SMA Methodist sebagai pemenang dengan 164 poin. Setelah pengumuman pemenang, peserta diberikan waktu istirahat.

Pada pukul 12.30, babak 8 besar lomba debat pun dimulai. Setelah melewati babak penyisihan yang cukup sengit, akhirnya SMA Dian Harapan keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan SMIP Rexmundi di babak final. Acara pun ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang yang berupa trofi dan uang tunai. 





Senin, 27 Oktober 2014

Mengenal Lebih Dekat Profesi Wartawan




Dalam proses penyampaian pesan dari media ke masyarakat, tak dapat dipungkiri bahwa wartawan memiliki peranan yang cukup besar dalam mengemas berita. Tentu tidak mudah menjadi wartawan yang baik, karena selain dibutuhkan kesiapan fisik dibutuhkan juga kesiapan mental. 

Untuk mengenal lebih dalam seluk beluk menjadi seorang wartawan, Fikom Untar mengadakan kuliah umum komunikasi massa bertempat di lantai 12 Gedung Utama, Universitas Tarumanagara (27/10). Dalam kesempatan tersebut, hadir redaktur harian Media Indonesia, Eko Suprihatno untuk memberikan kuliah umum dengan judul "Wartawan, Profesi yang Unik".

Sudah menjadi wartawan sejak tahun 1995, beliau membagikan pengalaman selama menjalani profesinya. Menurutnya, wartawan merupakan profesi yang disukai sekaligus dibenci tergantung seberapa menguntungkan atau merugikan berita tersebut bagi seseorang atau kelompok. Tidak jarang beliau menerima ancaman dari pihak-pihak tertentu. 

Beliau juga menambahkan bahwa tidak semua orang dapat menjadi wartawan karena selain harus tergabung dalam suatu institusi media, mereka juga diikat oleh kode etik. Berita yang disampaikan tidak hanya berita yang benar saja, namun juga baik secara dampak untuk masyarakat. Beliau juga menyampaikan seorang wartawan harus berpihak, yakni berpihak pada kebenaran.

Ditutup dengan sesi tanya jawab seputar profesi wartawan, kuliah umum yang telah berlangsung 2 jam tersebut pun berakhir. Pada akhir acara para mahasiswa serta dosen mata kuliah komunikasi pun mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama.

Minggu, 12 Oktober 2014

Tunjukkan Kemampuanmu di Fikom Untar School Competition 2014!



Apa itu School Competition 2014?

School Competition merupakan ajang unjuk gigi yang diadakan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara untuk siswa-siswi SMA se-Jabotabek. Acara yang diadakan 29-30 Oktober ini terdiri dari 3 kompetisi yaitu debat (3 on 3), vocal group, dan standup comedy.

"Acara ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa-siswi SMA dalam bidang akademis maupun non akademis, melatih kerjasama dalam tim, serta membangun hubungan pertemanan baik antar SMA se-Jabodetabek," ujar Ketua Pelaksana, Ivana Tangmar.

Pendaftaran masih dibuka sampai 22 Oktober 2014 dan tidak dipungut biaya. So, tunggu apalagi? Bagi kalian yang ingin menunjukkan SMA-nya paling keren. Jangan sampai ketinggalan dalam acara ini. Segera daftarkan diri kalian ke Contact Person yang tertera dan tunjukkan bahwa sekolah kalianlah yang terbaik dengan memenangkan piala, uang dan sertifikatnya.

Rabu, 01 Oktober 2014

Selamat Ulang Tahun, Universitas Tarumanagara!

Tepat pada hari ini, Universitas Tarumanagara (Untar) merayakan hari jadinya yang ke-55.
Berdiri 1 Oktober 1959 di bawah naungan Yayasan Tarumanagara, Untar merupakan salah satu universitas swasta terbaik di Jakarta. Sebagai usaha pertama pada tanggal 15 Oktober 1959, yayasan mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Tarumanagara, Jurusan Ekonomi Perusahaan yang bertempat di gedung Candra Naya, jalan Gajah Mada no 188. Setelah 5 tahun berselang, yayasan memutuskan untuk mendirikan Sekolah Kejuruan Teknik Arsitektur yang tidak lama diikuti oleh Fakultas Bahasa-Bahasa Modern, Jurusan Bahasa Inggris. Namun sayang karena para mahasiswa berusaha menumbangkan Orde Lama dan menegakkan Orde Baru yang menyebabkan jadwal kuliah menjadi berantakan, dengan berat hati Fakultas Bahasa ditutup dan mahasiswanya dialihkan ke Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Pada tahun 1967, Untar mengalami masa kebangkitan kembali. Bertempat di jalan Letjen S. Parman (Gedung Untar I), semua fakultas, progam studi dan jurusan dikonsolidasikan. Namun sayang Fakultas Bahasa-Bahasa Modern gagal bangkit kembali.

Setelah mengalami pasang surut, sekarang Untar mengelola 8 fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, Fakultas Teknologi Informasi, dan Fakultas Ilmu Komunikasi.

Di ulang tahunnya yang ke-55 ini, Untar semakin membuktikan eksistensinya sebagai salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia. Maka kiprahnya di dunia pendidikan dalam melahirkan generasi-generasi penerus bangsa tidak dapat dipandang sebelah mata. Semoga Untar tetap jaya dan melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten, berintegritas, profesional dan tentu saja berjiwa entrepreneur! Selamat Ulang Tahun ke 55 Universitas Tarumanagara!

Kamis, 05 Juni 2014

Maleficent (2014) : Keserakahan, Kebencian, dan Balas Dendam



Sinopsis :
Alkisah, dahulu kala terdapat dua kerajaan yang berseteru. Legenda mengatakan bahwa hanya pahlawan yang hebat atau penjahat terbesar yang dapat menghentikannya. Di kerajaan yang satu terdapat raja yang tamak dan ingin menguasai Moors. Karena Moors dilindungi oleh Maleficent (Angelina Jolie), hal tersebut menjadi sulit. Sebelum kematiannya, raja mengatakan bahwa siapa yang mampu membunuh Maleficent akan menikahi putrinya dan menjadi raja. Stefan (Sharlto Copley) berhasil mengambil sayapnya dan menjadi raja.

Maleficent yang kehilangan sayapnya, perlahan-lahan kehilangan hati nuraninya. Ketika mendengar, Stefan mengadakan perayaan besar atas kelahiran putrinya. Ia hadir dan memberikan "hadiah" : Sebelum matahari terbenam di ulang tahun ke 16-nya, dia akan menusukkan jarinya ke jarum pintal dan tidur seperti mati. ia akan bangun jika mendapatkan ciuman cinta sejati.

In My Opinion :
Dongeng yang diceritakan kembali oleh Disney melalui sudut pandang Maleficent ini sungguh berbeda dengan dongeng yang kita dapatkan saat kanak-kanak. Bahkan mungkin anda tidak menyangka jalan ceritanya akan seperti itu. Cerita yang dibawakan pun mempermaikan emosi saat menontonnya. Disaat Maleficent kehilangan sayapnya, sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Rasa-rasanya, pantas saja ia menjadi kejam dan ingin membalas dendam. Kemudian, keserakahan Raja Stefan membuatnya menjadi lupa diri dan akhirnya membawa kutukan bagi putrinya sendiri. Terkadang kita pun dalam kehidupan nyata, tanpa sadar terhipnotis oleh yang namanya kekuasaan dan harta dan akhirnya merugikan dan menyakiti orang lain. Pelajaran berharga yang dapat kita petik dari film ini adalah : jangan karena harta dan kekuasaan, kita menjadi lupa diri dan menggunakan segala cara untuk mendapatkannya. Pada akhirnya, yang kita dapatkan adalah kehancuran kita sendiri.

Minggu, 27 Oktober 2013

[Review] Manusia Setengah Salmon : Ketika Kita Dihadapkan Pada Perpindahan




Sinopsis :
Pasca putus dari Jessica (Eriska Rein), Dika (Raditya Dika) enggan mencari pasangan lagi karena belum bisa melepaskan bayang-bayang Jessica dari hatinya. Bahkan, ketika ia bertemu dengan Patricia (Kimberly Rider), ia masih susah untuk 'move on'.

Tidak hanya hati, ia juga tidak siap ketika ibunya (Dewi Irawan) memutuskan untuk pindah rumah. Selain itu, ia harus memperbaiki hubungan dengan ayahnya (Bucek Depp),serta menghadapi supirnya yang bau badan, yang hampir merusak paru-parunya.

Review:
Merupakan lanjutan dari Cinta Brontosaurus, tema yang diusung dalam film ini adalah perpindahan.
Mulai dari pindah rumah sampai pindah hati. Dengan analogi serta komedi ala Raditya Dika, film ini membuat kita tertawa sepanjang film.

Tidak hanya dari sisi komedi, sisi romantisnya pun ditampilkan dengan baik sehingga mengena di hati. Adegan demi adegan pun disisipkan pesan bahwa dalam hidup, kita pasti akan mengalami perpindahan. Siap atau tidak, itu tergantung bagaimana cara kita menghadapinya.

Film ini patut disaksikan untuk anda yang mungkin mengalami masalah dalam perpindahan. Bisa jadi memberi anda solusi untuk menghadapinya. Selamat menonton!